Life oh life…

UR FUTURE

Suka takut akan masa depan gak sih?? Mikirin masa depan ibarat maen judiiii (ala rhoma irama).. yeah, emang gak ada yg pasti di dunia ini, kecuali ketidakpastian.. kalo gak nyiapin diri dari sekarang, kita bakal ketinggalan dari competitor dong ya.. so, get set.. ready.. prepare your future start from now!

· Kenali potensi diri

Semakin kita tau potensi diri dan kelebihan kita, pasti bakal lebih gampang nentuin cita-cita

· Be optimistic

The biggest difference between successful people with those who are not, is their mind set and attitudes

· Set your goal and move

Masa depan cerah cuma bisa diraih dengan kerja keras, disiplin, komitmen. Pintar memanage waktu itu kudu

· Built network

Pilih2 sahabat sih boleh, tp jgn pilih2 temen deh. Bisa jadi mereka adalah calon partner, calon klien, ato calon konektor

· Practice your leadership

Leadership skill tu wajib hukumnya, kuncinya adalah keberanian

Mari wujudkan masa depan yg lebih cerah.. kalo punya cita-cita jadi istri pejabat atau istri pengusaha kaya raya boleh juga tuh.. bergabunglah dengan saya, yuk mariiiiiii….!!!

___________________________________________________________________________________________

“Low-cost, high value” pada Virgin America

Virgin America adalah maskapai penerbangan yang berbasis low-cost, memulai service nya pada 8 Agustus 2007. Perusahaan penerbangan ini berbasis operasional di San Francisco International Airport. Salah satu tujuan perusahaan maskapai penerbangan Virgin America adalah memberikan pelanggan lebih dari apa yang mereka bayar dan meningkatkan kualitas customer experience layaknya maskapai penerbangan kelas dunia. Perusahaan ini membangun visi yaitu menjadikan TI sebagai kunci, dengan membangun strategi TI yang ramping, murah, dan efektif.

Virgin America sejak awal sadar bahwa kemampuannya untuk menawarkan diferensiasi layanan kepada customer yang peka terhadap harga akan sangat bergantung pada bagaimana menjaga biaya TI tetap rendah. Oleh karena itu, pihak manajemen merencanakan untuk membuat sebuah paduan sistem yang berbiaya rendah (bahkan dalam beberapa kasus tidak memerlukan biaya), efisien serta agile untuk membangun basis bisnis Virgin America yang bergaya “low-cost, high-value”.

Sebagian aplikasi TI dibuat sendiri oleh Virgin America, antara lain spam filter, load-balancing serta change management. Semuanya berbasis kode open-source. Penggunaan open source ini memberikan penghematan cukup signifikan bagi Virgin America. Dengan menggunakan peranti lunak open source pihaknya tidak mengeluarkan biaya apa-apa.

Untuk aplikasi keuangan, digunakan aplikasi yang lebih ekonomis, yakni Microsoft Dynamic GP. Biaya implementasinya lebih murah 1,5 juta dollar dibandingkan dengan jika menggunakan aplikasi Oracle. Pemilihan ini tidak semata mempertimbangkan faktor biaya saja, tetapi juga timing dan kematangan peranti lunak itu sendiri.

Virgin America juga membangun sendiri booking-engine berbasis Web. Pembuatan front end situs Web-nya diserahkan ke perusahaan desain Web Anomaly, sementara coding untuk back end-nya diserahkan ke perusahaan peranti lunak India, NIIT.

Sistem CRM yang dibangun merupakan paduan antara hosted solution dengan sistem yang dibangun sendiri. Sistem customer feedbacknya menggunakan solusi hosted dari RightNow. Sementara data yang diperoleh akan diproses oleh sebuah sistem yang dibangun Virgin America sendiri. Sistem ini bukan untuk mencatat preferensi serta buying habit customer seperti minuman apa yang dipesannya pada penerbangan terakhir, tetapi lebih kepada insiden-insiden yang memiliki dampak besar. Contohnya kejadian-kejadian yang membuat kecewa customer, misalnya kehilangan bagasi.

Masih dalam konteks pelayanan kastamer, Virgin America juga membangun call center. Virgin mengalihdayakan call centernya ke tangan WillowCSN. Para home-based CyberAgent CSR yang disediakan WillowCSN ini akan menangani seluruh pertanyaan mengenai reservasi dan informasi penerbangan yang masuk ke nomor toll-free customer service Virgin America.

Sistem reservasi tidak hanya menangani reservasi saja, tetapi juga inventory control, tarif dan ticketing, jadwal, bagasi dan interface dengan fungsi-fungsi kendali departure. Selain itu, sistem ini juga terintegrasi dengan sistem-sistem lain yang dijalankan sebuah maskapai penerbangan, mulai dari sistem flight operations sampai sistem booking berbasis-Web. Calon penumpang pun akan lebih mudah mendapatkan tiket karena 70% tiket akan mereka bisa peroleh melalui Web.

Untuk itu, perusahaan akhirnya memilih aiRES, sebuah sistem reservasi penerbangan baru yang dirilis pertama kali pada September 2005. Fleksibilitas dan desainnya yang customer-centric membuat Virgin memilih solusi yang pembangunannya didanai Cendant serta dikembangkan pengembang peranti lunak India, IBS. Sistem ini dibangun di atas standar open architecture dengan sebuah layer database, sebuah layer aplikasi dan sebuah layer Web services. Arsitektur yang bersifat open ini memungkinkan digelarnya sejumlah layanan-layanan yang memanjakan customer, misalnya proses booking tiga langkah, dan proses check-in tujuh detik di airport serta berbagai bentuk efisiensi lainnya yang bisa meningkatkan customer service.

Selain itu, aiRES juga memungkinkan sebuah maskapai penerbangan memperluas layanan customernya dengan mengintegrasikan distribution channel-nya dengan layanan travel lainnya. Sebagai contoh, Virgin bisa mengintegrasikan layanannya dengan pengelola hotel atau rental mobil. Seorang pelanggan bisa melakukan check-in ketika check-out dari hotel, atau menerima boarding pass ketika mengembalikan mobil ke counter rental mobil di airport. Bahkan, notifikasi ke calon penumpang mengenai penundaan atau perubahan jadwal penerbangan kini bisa dilakukan langsung secara real time.

Untuk teknologi database-nya, Virgin menggunakan MySQL dan Oracle. Sementara untuk development tools, perusahaan ini bertumpu pada Apache Struts, J2EE, Perl, Self Scripts dan SQL Development. Sebagai teknologi deployment, Apache digunakan untuk web servernya, sementara server aplikasi menggunakan teknologi Jboss dan Tomcat. Untuk sistem operasi, selain Linux, Virgin juga mengandalkan MS Server 2005. Dari sisi perangkat keras, Virgin mempercayakan server-servernya pada Hewlett-Packard, sementara infrastruktur jaringannya berintikan solusi-solusi buatan Cisco, dan firewallnya kepada Sonic.

Pembahasan

Dalam sistem informasi terdapat 3 komponen sistem yang ketiganya saling terkait, yaitu:

1. bisnis proses (mengidentifikasi bisnis apa yang dibutuhkan)

2. teknologi informasi (meliputi hardware, software, networking dan database)

3. people (orang yang terlibat dalam proses perencanaan, pengembangan maupun pengimplementasian sistem informasi). Ketiga komponen tersebut harus bersinergi dan saling mendukung.

Sistem informasi pada sebuah perusahaan idealnya harus terintegrasi mulai dari bagian fungsional sampai dengan bagian pendukung. Secara keseluruhan, penggunaan dan pengimplementasian teknologi informasi di Virgin America sudah baik, sejalan dengan tujuan perusahaan yang merupakan maskapai penerbangan berbasis low-cost. Diferensiasi layanan kepada customer yang peka terhadap harga akan sangat bergantung pada bagaimana menjaga biaya TI tetap rendah. Namun, perusahaan tidak semata-mata ingin mengurangi cost tanpa memprioritaskan kenyamanan pelanggan.

Penggunaan open source memang dapat membuat penghematan biaya, namun disisi lain hal ini sangat beresiko jika ada masalah support ketika terjadi permasalahan dengan peranti lunaknya. Penggunaan aplikasi Microsoft Dynamic GP yang biaya implementasinya 500.000 dollar juga membuat penghematan signifikan jika dibandingkan dengan menggunakan aplikasi yang ditawarkan Oracle seharga 2 sampai 3 juta dollar.

Virgin America memiliki keuntungan bisa membangun sebuah sistem dari nol, tidak terbebani masalah dengan integrasi data dan sebagainya. Sistem kaya fitur yang digunakan maskapai- maskapai penerbangan yang bonafid berjalan diatas mainframe dan pemeliharaannya mahal serta sulit untuk di customize.

Sistem reservasi merupakan awal dari proses sistem transaksi yang meng”capture” informasi. Sebagai maskapai penerbangan baru yang memiliki kesempatan untuk membangun sistem TI-nya dari nol, Virgin memiliki kesempatan dan keleluasaan untuk memilih sistem reservasi yang lebih baru, yang relatif lebih efisien.

Namun keputusan Virgin untuk menggunakan sistem reservasi aiRES yang belum teruji juga akan menimbulkan permasalahan (berjalan kurang mulus), dan sistem reservasi memang memberikan risiko paling tinggi dalam bisnis penerbangan.

Dalam proses implementasi CRM, ada 3 tahap yang harus diperhatikan:

1. Acquire, yaitu bagaimana mendapatkan customer dengan diferensiasi melalui inovasi maupun convenience

2. Enhance, yaitu bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan agar konsumen menjadi puas dan loyal, dengan cara mengurangi coat dan meningkatkan customer service

3. Retain, yaitu bagaimana mempertahankan konsumen, dengan cara menawarkan new product, mendangarkan keluhan dan saran konsumen, meningkatkan brand equity dan memberikan value serta benefit bagi konsumen

Dengan melakukan penghematan pada penggunaan sistem informasi, maka dana dapat dialokasikan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dan customer experience dalam menggunakan jasa maskapai penerbangan Virgin America. Agar sebuah sistem informasi dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan 3C, yaitu communication, coordination, dan collaboration dari pihak manajemen dan seluruh lini staf.

4 Responses so far »

  1. 1

    Amal ginting said,

    Hmmm… Good advice jg tuh, buat yang suka khawatir dengan masa depan..
    The big question is…: Penulisnya udah mempraktikkan belum ya….?????????????

  2. 2

    bungavidya said,

    ya udah di praktekan dong.. ini lg mempersiapkan jiwa dan raga untuk dipinang pengusaha kaya raya, hehehehe.. ayo lamar saya!!

  3. 3

    Surahyo said,

    Tugas SIT sudah oke, sukses selalu.

  4. 4

    adhit said,

    Selamat bung, tugas SIT udah ok, tinggal tunggu nilainya….moga2 dapet A semua…………eh sering2 lah buka blogku, aq pengen cerita sesuatu ni bung…


Comment RSS · TrackBack URI

Say your words